Dosenku pernah bilang...
"Seumur hidup saya
belum pernah pacaran (punya pacar -sebelum nikah red-), Karena Saya selalu
membunuh perasaan itu, ketika rasa itu datang, saya lebih baik mengalihkannya
dengan belajar dan belajar... karena saya tidak diterima di komunitas yang
notabene orang kota semua, sedangkan saya sendiri dari kampung, sehingga untuk
pacaran itu rasa nya minder, saya normal, setiap lelaki punya perasaan cinta,
karena itu fitrah, namun tiap kali rasa itu muncul, saya selalu membunuhnya."
Saya faham dan mengerti
posisi beliau pada saat itu, karena saya pun dulu pernah mengalaminya
(aciiieee...ciieee...hem,,hem,,) #KasianBangetGue
-__-
Tapi sekarang saya lebih
faham, kenapa saya harus meninggalkan pacaran, bukan karena tidak diterima oleh
komunitas, bukan karena minder, bukan pula karena saya jelek (eh? haahhaa),
bukan juga karena saya dari kampung, bukan karena yang lain, tapi sebabnya
adalah tidak lain dan tidak bukan hanya karena Allah semata...
Pernah denger Hadits
tentang Pahala Amal tergantung Niatnya?
Nih bunyi Haditsnya :
Amirul Mukminin Abi Hafsh, Umar Ibnu Khattab Radiallahu ‘anhu Berkata :
“Saya mendengar Rasulullah Salallahu’alaihi Wassalam Bersabda : “Sesunggunhya
amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang
apa yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya, ia akan
sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya menuju dunia yang akan
diperolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa
yang dituju.” (Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadist : Abu Abdullah Muhammad
bin Ismail bin Mughirah bin Bardaubah Al-Bukhari dan Abu Husain Muslim
Al-Hajjaj bin Muslim bin Al-Quraisy An-Naisaburi, didalam kedua kitab yang
paling shahih diantara semua Kitab Hadist)
So What??
Kalo misalnya sobat mengazamkan diri ga akan pacaran, jangan karena tidak
diterima komunitas, jangan karena minder, jangan karena dari kampung, jangan
karena belum ada kesempatan buat pacaran, juga jangan karena ga ada yang ngajak
(nembak gitu maksudnya), betulkan niatnya, sobat ninggalin maksiat pacaran
bukan karena hal lain, tapi karena Allah sahaja, sehingga setiap apa yang kita
kita lakukan akan mendapatkan sesuai apa yang kita niatkan, ngerti maksudnya??
Ayo kita berhijrah dari zaman Jahiliyah (Maksiat Pacaran) menuju kepada
Islam (Menikah/Putusin).
Aktivitas maksiat pacaran udah aku tinggalin sejak lama, masih ada yang
melakukannya juga ya???
#UdahPutusinAja
