Senin, 12 Januari 2015

Visi dan Misi Rumah Tangga versi Aku

4 komentar

Eits...kenapa tiba-tiba pengen nulis ginian?

Ehm...pengen nulis aja sih, sebagai bagian dari ikhtiar pemikiran untuk membangun keluarga yang islami versi aku.

Aku itu punya cita-cita membangun keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah hingga Jannah bersama calon suamiku nanti yang entah siapa...karena jodohku masih menjadi misteri dan rahasia ilahi, hehe

Yasudah jangan banyak intro...ini dia Visi rumah tangga versi aku :

“Qu~ anfusakum wa ahliykum naaroo” (Q.S. At-Tahriim : 6)

Adapun latar belakang dari visi ini adalah...

Jadi ceritanya aku denger ayat ini dari Aa Gym saat beliau memberikan nasihat pernikahan kakak ku Meliya Hanun, aku sendiri baru tahu ternyata memang ayat ini haruslah menjadi sebuah Visi dalam menjalankan rumah tangga, sebab kata Aa Gym, ketika nikah itu haruslah terbayang (sebagai calon ibu rumah tangga), jangan sampai saya, suami dan anak-anak mendidih di neraka.

Okefix..mulai saat ini aku bercita-cita untuk membangun rumah tangga dengan Visi Q.S. At-Tahriim ayat 6 tersebut.

Kalau misi*nya sih...

1.      Meluruskan niat, bahwa pernikahan itu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah dan menjalankan Sunnah Rasulullah.

2.      Melaksanakan sunnah-sunnah Rasulullah dalam rumah tangga

3.      Menjadikan ilmu sebagai penunjang utama dalam menjalankan peran rumah tangga, aku sebagai istri dan ibu haruslah banyak belajar dari para Shahabiyah dan Ibu2 hebat yang berhasil mendidik anaknya.

4.      Membuat perpustakaan keluarga agar menjadi keluarga yang berilmu.

5.      Mau bersama-sama belajar untuk menjadi manusia yang baik dimata Allah bersama calon suami dan anak-anak nantinya.

6.      Mendidik anak sebagaimana Rasulullah dan Lukmanul Hakim mendidik anak-anak mereka.

7.      Menjadikan figur Rasulullah sebagai contoh segala peri kehidupan.

8.      Membangun keharmonisan rumah tangga atas dasar cinta karena Allah
*masih bisa disesuaikan dengan perkembangan ilmu yang dimiliki

Insya Allah, masih dalam proses belajar untuk bisa menjadi calon Istri dan Ibu yang baik untuk calon suami dan anak-anakku nanti.

Ditulis, 20 Rabiul Awal1436 H

Ga lagi Galau kok :p

Negeri Tanpa Ayah : Untuk calon Ayah

0 komentar
by : Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak

3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja

5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah

6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab. 

8 | AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya

9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya

10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya

11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi

14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya

15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli

16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH

17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak

18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya

19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi

20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.

21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut

22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid

23| Harus ada sosok AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH

24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan

25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid

26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya

27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya

28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'

29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya

30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak

31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika


 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template