Alhamdulillahi robbil’alamiin..Allahumma sholi ‘ala
muhammadin wa’ala aalihi wa ashabihi ajma’iin...
Mudah-mudahan Allah yang Maha
menyaksikan memberkahi pernikahan ini.. Barakallahu laka...artinya keberkahan
rumah tangga yang bernilai tambah dan abadi, itulah barokah..
Dengan menikah jadi dekat dengan
Allah, dengan menikah jadi tenang, dengan menikah jadi manfaat untuk orang tua
bertambah, dengan menikah bisa manfaat banyak, dengan menikah punya anak yang
sholeh-sholehah.
Jadi, pernikahan bukan hanya untuk
berdua, tapi untuk banyak orang manfaatnya dan pernikahan bukan untuk
kesenangan dunia, tapi yang paling penting untuk akhirat nanti, karena dunia
sebentar dan tidak tau berapa lama lagi.
Visi rumah tangga adalah "Ku~ anfusikum wa ahliykum
naaroo" (Q.S At-Tahrim ayat 6)
Jadi ketika berumah tangga yang
terbayang adalah jangan sampai istri dan anak-anak saya mendidih didalam
neraka, dan istri pun berfikir jangan
sampai saya, suami dan anak-anak mendidih di dalam neraka.
Satu sama lain menjadi ladang amal,
tidak ada orang yang sempurna, istri kelebihannya disyukuri kekurangannya
dibantu diperbaiki, juga sebaliknya. Kalau visinya sama, rumah tangga jadi gampang.
Rumah tangga tidak sekaligus jadi
bahagia, karena ada tahu, ada faham, ada terlatih. Jadi rumah tangga itu adalah
latihan yang tidak ada hentinya, untuk terus saling melengkapi agar bisa
disukai Allah.
Sebagai suami tidak usah nuntut
istri mencintai suami, tuntutlah agar
istri menjadi pecinta Allah, karena suami tidak bisa memberi rezeqi kecuali
Allah menitipkan, suami tidak bisa melindungi kecuali Allah yang menjaga, suami
belum tentu panjang umur.
Jadi didik istri supaya lebih
mencintai Allah dibanding mencintai suami,
pendidikan yang berhasil adalah yang berhasil mendidik istrinya lebih mengutamakan
Allah diatas segalanya, suami yang kurang berhasil adalah suami yang kurang
bisa mendidik istrinya untuk dekat dengan Allah, begitu juga istri yang paling
berhasil adalah istri yang bisa membantu
suaminya untuk dekat dengan Allah.
Karena yang namanya bahagia tidak
datang dari suami, bahagia tidak datang dari istri, bahagia tidak datang dari
harta, bahagia tidak datang dari makanan, bahagia tidak datang dari dunia
berikut isinya, bahagia cuma datang dari Allah.
Sakinah juga dari Allah, jadi yang
namanya sakinah tuh bukan karena dandan yang bagus, bukan karena masakan yang
enak, sakinah tuh kalo hatinya bersih
disukai Allah, Allah-lah yang memberikan sakinah.
Mudah-mudahan pernikahan ini,
betul-betul berlomba-lomba dalam kebaikan “fastabiqul khoirot”, sebetulnya jadi
kepala keluarga itu yang paling penting adalah mendidik dirinya sendiri, yang
namanya pemimpin adalah menggerakan yang dipimpinnya kearah tujuan, tujuan
besarnya rumah tangga adalah bertemu Allah.
Jadi dalam rumah tangga, yang ada di
otak ini bukan punya rumah, bukan punya mobil, tapi bagaimana waktu demi waktu
bisa jadi bekal berjumpa dengan Allah, didunia rumah sederhana, diakhirat punya
istana, itu yang penting.
Kalo pikirannya sudah akhirat, dunia
ini akan dicukupi. Kalau mikirin dunia, akhirat belum tentu, dunia juga belum
tentu, tapi bagi orang yang pikirannya akhirat, cape ngurus suami ada
pahalanya, cape ngurus anak ada pahalanya, semua ada tabungannya, tidak akan banyak mengeluh, orang yang banyak
mengeluh itu pecinta dunia, pecinta dunia hidupnya cape, kalo pecinta akhirat
tidak akan cape, walapun fisiknya lelah...
Mudah-mudahan keluarga ini
barokah...
Allahumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala ‘alihi
waashabihi ajma’in
Alhamdulillahi robbil’alamin ya Allah..
Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun
waj’alna lil muttaqiina imama..
Ya Allah berkahilah keluarga ini, jadikan rumah tangga ini
rumah tangga pecinta-Mu ya Allah...
Rumah tangga yang bahu membahu meraih cinta-Mu..
Rumah tangga yang gigih untuk bisa berbekal pulang
berjumpa dengan-Mu...
Cukupi hanya dengan yang halal saja...
Jauhkan daripada apapun yang haram...
Yang membuatnya jauh dari-Mu...
Karuniakan rumah tangga ini cinta kepada-Mu diatas
segala-galanya...
Karuniakan kepada rumah tangga ini lezatnya
beribadah..nikmatnya bermunajat..
Kehidupan yang penuh perjuangan dijalan-Mu ...
Karuniakan keturunan yang sholeh-sholehah...
Hafizh-hafizhah..qurrata a’yun yang dapat menjadi penyejuk
hati..
Ya Allah jadikan rumah tangga ini cahaya kebahagiaan bagi
orangtuanya..
Menjadi benteng bagi agama-Mu...
Menjadi cahaya bagi ummat-Mu..
Lindungi rumah tangga ini ya Allah dari apapun yang
membuat Engkau membencinya...
Ya
Allah jadikan siapapun yang hadir menjadi hamba-hamba yang Engkau berikan
pendamping terbaik
Rumah
tangga sakinah... keturunan shaleh-shalehah... hafizh hafizah...
Rabbana la tuzigh quloobana ba'da idh hadaytana wa hab lana milladunka rahmah innaka antal Wahhab
Rabbana
atina fid-dunya hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqina 'adhaban-nar
*Nasehat
pernikahan ini disampaikan oleh Aa Gym dipernikahan Teh Meliya Hanun pada 1 Januari 2015 @Masjid Daarut Tauhid
Bandung*

0 komentar:
Posting Komentar