Jumat, 02 Januari 2015

Nasehat Pernikahan dari Aa Gym



Alhamdulillahi robbil’alamiin..Allahumma sholi ‘ala muhammadin wa’ala aalihi wa ashabihi ajma’iin...

Mudah-mudahan Allah yang Maha menyaksikan memberkahi pernikahan ini.. Barakallahu laka...artinya keberkahan rumah tangga yang bernilai tambah dan abadi, itulah barokah..
Dengan menikah jadi dekat dengan Allah, dengan menikah jadi tenang, dengan menikah jadi manfaat untuk orang tua bertambah, dengan menikah bisa manfaat banyak, dengan menikah punya anak yang sholeh-sholehah.
Jadi, pernikahan bukan hanya untuk berdua, tapi untuk banyak orang manfaatnya dan pernikahan bukan untuk kesenangan dunia, tapi yang paling penting untuk akhirat nanti, karena dunia sebentar dan tidak tau berapa lama lagi.

Visi rumah tangga adalah "Ku~ anfusikum wa ahliykum naaroo" (Q.S At-Tahrim ayat 6)

Jadi ketika berumah tangga yang terbayang adalah jangan sampai istri dan anak-anak saya mendidih didalam neraka, dan istri pun berfikir  jangan sampai saya, suami dan anak-anak mendidih di dalam neraka.
Satu sama lain menjadi ladang amal, tidak ada orang yang sempurna, istri kelebihannya disyukuri kekurangannya dibantu diperbaiki, juga sebaliknya. Kalau visinya sama, rumah tangga jadi gampang.
Rumah tangga tidak sekaligus jadi bahagia, karena ada tahu, ada faham, ada terlatih. Jadi rumah tangga itu adalah latihan yang tidak ada hentinya, untuk terus saling melengkapi agar bisa disukai Allah.
Sebagai suami tidak usah nuntut istri  mencintai suami, tuntutlah agar istri menjadi pecinta Allah, karena suami tidak bisa memberi rezeqi kecuali Allah menitipkan, suami tidak bisa melindungi kecuali Allah yang menjaga, suami belum tentu panjang umur.
Jadi didik istri supaya lebih mencintai Allah dibanding mencintai suami,  pendidikan yang berhasil adalah yang berhasil mendidik istrinya lebih mengutamakan Allah diatas segalanya, suami yang kurang berhasil adalah suami yang kurang bisa mendidik istrinya untuk dekat dengan Allah, begitu juga istri yang paling berhasil adalah istri yang bisa  membantu suaminya untuk dekat dengan Allah.
Karena yang namanya bahagia tidak datang dari suami, bahagia tidak datang dari istri, bahagia tidak datang dari harta, bahagia tidak datang dari makanan, bahagia tidak datang dari dunia berikut isinya, bahagia cuma datang dari Allah.
Sakinah juga dari Allah, jadi yang namanya sakinah tuh bukan karena dandan yang bagus, bukan karena masakan yang enak, sakinah tuh kalo hatinya bersih  disukai Allah, Allah-lah yang memberikan sakinah.
Mudah-mudahan pernikahan ini, betul-betul berlomba-lomba dalam kebaikan “fastabiqul khoirot”, sebetulnya jadi kepala keluarga itu yang paling penting adalah mendidik dirinya sendiri, yang namanya pemimpin adalah menggerakan yang dipimpinnya kearah tujuan, tujuan besarnya rumah tangga adalah bertemu Allah.
Jadi dalam rumah tangga, yang ada di otak ini bukan punya rumah, bukan punya mobil, tapi bagaimana waktu demi waktu bisa jadi bekal berjumpa dengan Allah, didunia rumah sederhana, diakhirat punya istana, itu yang penting.
Kalo pikirannya sudah akhirat, dunia ini akan dicukupi. Kalau mikirin dunia, akhirat belum tentu, dunia juga belum tentu, tapi bagi orang yang pikirannya akhirat, cape ngurus suami ada pahalanya, cape ngurus anak ada pahalanya, semua ada tabungannya,  tidak akan banyak mengeluh, orang yang banyak mengeluh itu pecinta dunia, pecinta dunia hidupnya cape, kalo pecinta akhirat tidak akan cape, walapun fisiknya lelah...
Mudah-mudahan keluarga ini barokah...

Allahumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin wa’ala ‘alihi waashabihi ajma’in
Alhamdulillahi robbil’alamin ya Allah..
Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lil muttaqiina imama..
Ya Allah berkahilah keluarga ini, jadikan rumah tangga ini rumah tangga pecinta-Mu ya Allah...
Rumah tangga yang bahu membahu meraih cinta-Mu..
Rumah tangga yang gigih untuk bisa berbekal pulang berjumpa dengan-Mu...
Cukupi hanya dengan yang halal saja...
Jauhkan daripada apapun yang haram...
Yang membuatnya jauh dari-Mu...
Karuniakan rumah tangga ini cinta kepada-Mu diatas segala-galanya...
Karuniakan kepada rumah tangga ini lezatnya beribadah..nikmatnya bermunajat..
Kehidupan yang penuh perjuangan dijalan-Mu ...
Karuniakan keturunan yang sholeh-sholehah...
Hafizh-hafizhah..qurrata a’yun yang dapat menjadi penyejuk hati..
Ya Allah jadikan rumah tangga ini cahaya kebahagiaan bagi orangtuanya..
Menjadi benteng bagi agama-Mu...
Menjadi cahaya bagi ummat-Mu..
Lindungi rumah tangga ini ya Allah dari apapun yang membuat Engkau membencinya...

Ya Allah jadikan siapapun yang hadir menjadi hamba-hamba yang Engkau berikan pendamping terbaik
Rumah tangga sakinah... keturunan shaleh-shalehah... hafizh hafizah...





Rabbana la tuzigh quloobana ba'da idh hadaytana wa hab lana milladunka rahmah innaka antal Wahhab
Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil 'akhirati hasanatan waqina 'adhaban-nar




*Nasehat pernikahan ini disampaikan oleh Aa Gym dipernikahan Teh Meliya Hanun  pada 1 Januari 2015 @Masjid Daarut Tauhid Bandung*



0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template