Rabu, 04 November 2015

Pengalaman Baru

Bulan oktober lalu, aku beserta kedua temanku (Dini & Billi) diminta untuk mengisi pelatihan olimpiade ekonomi, untuk sementara di dua sekolah negeri di Indramayu, SMAN 1 Sindang dan SMAN 1 Losarang. Kebetulan aku mendapat mandat untuk mengisi di SMAN 1 Sindang dan kedua temanku di SMAN 1 losarang.

Siapa yang tak mengenal SMAN 1 Sindang (SASI)? Ahhh sepertinya tidak ada jika kalian pernah tinggal dikota ini. Bagaimana tidak? Sekolah ini adalah sekolah favorite yang menjadi barometer pendidikan di Indramayu (Mantan RSBI), jadi pasti famous ditelinga.

Tapi memang prestasi olimpiade (khususnya ekonomi) masih kalah dengan sekolah almamater kami (SMA NU Widasari), gegara pernah dua kali mewakili OSN ekonomi tingkat Nasional, sekolah kami sedikit dikenal dan untuk saat ini belum terkalahkan (di Indramayu khususnya), bahkan tahun 2014 lalu tiga perwakilan dari Indramayu utk OSP ekonomi dibabat habis dari sekolah almamater kami.

Dan sebab alasan itulah Mr. X ini menawarkan pekerjaan ini kepada kami, karena kami pernah ikut tempur dalam arena OSN beberapa tahun yg lalu.

Seumur-umur aku baru pertama kali masuk ke sekolah ini (SASI), secara dhohir (fisik) sekolah ini tak kalah dibandingkan sekolah2 negeri di Bandung yg pernah aku kunjungi, juga tak kalah keren dengan SMAN 11 Bandung tempatku mengajar PPL dulu; bagus, modern, ber-AC, dan segala fasilitas lainnya. Tetapi yg aku kagumi, anak2nya santun dan menghormati guru, hal yg agak berbeda dengan siswa di beberapa sekolah negeri di Bandung (yg pernah aku kunjungi tentunya).

Satu kelas ekonomi ini ada sekitar 13 orang, terdiri dari 12 siswa perempuan dan 1 siswa laki2. Mereka sangat antusias mendengarkan, mencatat dan mengerjakan soal, walaupun 6 jam full mereka belajar sambil terkantuk tetapi mereka tetap semangat, daya tangkap mereka bagus dan ya...seperti kata seseorang dalam statusnya kurang lebih seperti ini "Tak perlu metode khusus dalam mengajar orang yang sudah punya motivasi belajar" cara yg paling konvensional sekalipun (ceramah) akan tetap menarik bagi mereka, walaupun tetap harus ada selingan biar ga bosen.

Karena terkendala waktu, kami belum sempat membahas habis 50 soal OSK Ekonomi, kami sudah harus balik ke Bandung, membawa pengalaman baru bagiku.

Apa kalian tau? Sekolah2 ini berani membayar sekian juta untuk mendapatkan pelatihan olimpiade ini.

Sebenernya bukan cuma pelajaran ekonomi, beberapa mata pelajaran yg diolimpiadekan seperti matematika, fisika, kimia, biologi, komputer, dan geografi juga masuk dalam pelatihan ini.

Kayaknya cuman di Indonesia semua hal bisa jadi proyek. Dulu hukum say mengatakan "Supply creates its own demand" sekarang udah kebalik, "Demand creates its own Supply" karena banyak sekolah yang ingin berprestasi di olimpiade, sedangkan mempersiapkan anak untuk bisa maju di olimpiade tak bisa dihandle guru mata pelajaran, maka muncullah lembaga2 pelatihan olimpiade seperti ini, mereka tak segan membayar jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan pelatihan ini.

Tak berbeda dengan lembaga privat atau bimbel yang muncul bak jamur di musim hujan, itu semua datang dari permintaan dari siswa2 yang ingin lolos SBMPTN atau masuk sekolah2 favoritenya.



Bandung, 3 November 2015

0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template