aku lupa, sejak kapan
akrab dengannya dan kapan pertama kali bisa dekat dengannya. Kita dekat..
mengalir begitu saja, maka benarlah kata Bang Tere Liye :
“Salah
satu hal ajaib dari pertemanan adalah; tidak ada jadiannya, tidak ada akadnya,
tidak ada nembaknya, tidak ada. Tiba-tiba sudah berteman baiklah. Dan teman
baik selalu mempunyai ruang untuk teman baik berikutnya, berikutnya dan
berikutnya.”
Begitu juga
bersahabat denganmu, aku temukan keajaiban itu, kamu yang penuh kebaikan dan
keberkahan...
Kini... kita
dipenghujung masa kuliah (ah...kita sudah lulus sama-sama Alhamdulillah...),
kau tetap jadi sahabat yang baik, yang selalu penuh kebaikan.
Kalau aku ingat
moment-moment dimana kita selalu sama-sama; kuliah bareng, ke kantin bareng, ke
masjid bareng, sholat bareng, mentoring bareng, praktik koperasi bareng, saling
ngingetin; sholat sunnah, shaum sunnah, amalan sunnah, saling menasehati,
saling curhat, aku jadi kangen masa-masa itu.
Ukhti...kamu bukan
saja teman, teman yang baik. Tapi sahabat, sahabat yang baik. Juga saudara,
saudara dalam keimanan yang begitu baik.
aku tau, tak ada
sahabat yang sempurna, kamu, begitu juga aku, kita masih punya kekurangan,
maafkan aku yang belum bisa jadi sahabat dan saudara yang baik untukmu ukhti.
Perhatianmu yang
begitu nyata dan tak cuma wacana membuatku begitu terharu, kayaknya cuman kamu
sahabat yang begitu perhatian bahkan soal makan, selalu nanya “udah makan belum?”,
selalu nasehatin supaya jaga kesehatan, “makan yang banyak ya biar ga kurus
(padahal udah bawaan ihihi).....” dan tidak hanya sampai disitu perhatianmu,
tapi kamu juga sering bawain makanan, ahhh...aku malu ukhti, terlalu banyak
menerima kebaikanmu, aku malu.
Kamu yang selalu mau
diajak untuk melakukan hal-hal yang baik bersama-sama, kajian bareng dan saling
berlomba dalam kebaikan.
Kamu yang cantik,
bukan hanya fisik tapi juga hatimu, doaku...semoga Allah mengaruniakan pangeran
sholeh yang tampan dan juga baik hati seperti dirimu untuk menemani dan
menuntunmu hingga jannah-Nya. Aamiin...
Semoga kita adalah
termasuk orang-orang yang Allah karuniakan naungan di akhirat nanti, dimana tak
ada naungan selain naungan Allah disebabkan saling mencintai karena-Nya,
insyaAllah...
Jika kau tak temukan
aku disyurga, tanyakan pada-Nya bagaimana keadaanku, semoga Allah mengumpulkan
kita kembali disyurga-Nya, sebagaimana IA telah mempertemukan kita di saat ini.
Love you!
Bandung, 2 Februari
2016
Evi Apriyani, S.Pd (#Eaaa)
Evi Apriyani, S.Pd (#Eaaa)
Foto Abis PPL #Guru #ModeOn
|
Alhamdulillah #LulusBareng27Januari2016
|
![]() |
| Foto terbaru #2Februari2016 |




0 komentar:
Posting Komentar