Senin, 16 Juli 2018

Pursuit Happiness or Pursuit Barakah?


B-A-H-A-G-I-A

Satu kata yang secara sadar atau tidak, banyak manusia tersihir olehnya. Banyak yang menjadikannya tujuan dalam hidup, padahal..............padahal nih ya, bahagia itu cuma salah satu perasaan atau emosi dalam hidup kita. Selain perasaan bahagia itu sendiri, kita juga ngerasain sedih, kecewa, marah, takut dan sebagainya. Jadi bahagia itu cuma satu diantara sekian perasaan lainnya dalam hidup.

Kalo dulu waktu kuliah, dosenku pernah jelasin tentang bahagia, beliau bilang “Perasaan bahagia itu sementara, saat kita lulus SD, kita bahagia. Terus kita masuk SMP, biasa aja. Lulus SMP, kita bahagia. Terus kita masuk SMA, biasa aja. Lulus SMA, kita bahagia. Terus kita kuliah, biasa aja. Lulus kuliah, kita bahagia. Abis itu biasa aja, ya begitulah... siklus bahagia itu sementara, ga lama”

Terus kalo tujuan hidup kita bukan bahagia, lalu apa yang harus kita kejar?

Kalo kita muslim, harusnya kita ngejar barakah, yap... keberkahan.

Suka banget filosofi sampul di buku lapis-lapis keberkahan-nya Ustadz Salim A. Fillah, dari situ pula aku nemuin satu konsep yang bagiku baru (maksudnya; baru ku mengerti maksudnya) tentang barakah ini.


Sumber : https://ghazibookstore.files.wordpress.com/2014/12/bvcs2nvcmaa4lnr.jpg

Ustadz Salim bilang bahwa kata 'bahagia' itu ga cukup untuk mewakili segenap kebaikan.

Berbeda dengan barakah, 
Hidup kita umpama buah beraneka aroma, bentuk, warna serta rasa; yang diiris-iris dan ditumpuk berlapis-lapis. Tiap irisan itu, punya wangi maupun anyirnya, lembut atau kasarnya, manis serta pahitnya, masam juga asinnya. Tapi kepastian dari-Nya dalam segala yang terindra itu ialah; ada gizi yang bermanfaat bagi ruh, akal dan jasad kita

Dalem banget maknanya. Yang pasti kalo mau tau konsep barakah ini baca aja bukunya deh, hehe


Indramayu, 16 Juli 2018 

0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template