Bulan
oktober tahun 2014 lalu di Website National
Geographic terbitlah sebuah artikel yang berjudul “Secara ilmiah memang adakehidupan setelah kematian”.
Artikel tersebut sebenarnya tidaklah mendeskripsikan benar-benar bahwa ada
kehidupan setelah kematian, seperti adanya alam kubur, surga atau neraka,
tetapi lebih tepat jika artikel tersebut isinya mendeskripsikan mati suri, hal
yang dialami oleh seseorang yang selamat dari kematian padahal jantungnya sudah
tidak bekerja.
Namun sebagai seorang muslim, penulis sangat percaya bahwa pasti ada kehidupan setelah kematian, hal ini seperti yang telah dikabarkan oleh Al-Qur’an, sumber ilmu bagi ummat islam, banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan keadaan Akhirat. Berbeda dengan muslim, orang-orang yang tidak mempunyai worldview islam, katakan saja orang atheis, akan berbeda dalam memandang kehidupan setelah kematian, mereka tidak mempercayai adanya hal itu, sehingga akan mempengaruhi bagaimana cara dia hidup di dunia ini. Karena setiap perbuatan, pasti dilandasi oleh worldview apa yang difahaminya.
Orang
yang mempunyai worldview islam, pasti
menyadari bahwa hidup didunia ini sementara, maka dia akan beramal sholeh untuk
mencari bekal kehidupan diakhirat, sehingga tidak terlalu terlena dengan dunia.
Tetapi bagi orang yang tidak mempunyai worldview
islamm tentu sebaliknya, karena dia tidak percaya akan adanya hari akhirat,
maka hidupnya hanya untuk kesenangan dan memenuhi nafsu syahwatnya semata,
karena baginya tidak ada penghisaban atas apa yang telah dilakukannya didunia,
padahal Allah sudah sangat jelas menerangkan hal ini 1400 tahun yang lalu
melalui kalam-Nya Al-Qur’an surah An-Nuur ayat 24-25 “Pada hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas
mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Pada hari itu Allah
menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi merka, dan mereka tahu bahwa Allah
Mahabenar, Maha Menjelaskan”
Pertanyaan-pertanyaan
seputar ini bukan saja dipertanyakan orang-orang zaman modern seperti sekarang,
bahkan dari dulu zaman jahiliyah, orang-orang kafir mempertanyakan kebangkitan
setelah kematian ini, seperti yang digambarkan dalam Q.S An-Naziat ayat 10-14
berikut : “(Orang-orang kafir) berkata,
apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?. Apakah
(akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang
hancur?. Mereka berkata, kalau demikian itu adalah suatu pengembalian yang
merugikan. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.”
Allah
merekam pertanyaan-pertanyaan ini didalam Al-Qur’an, yaitu pertanyaan orang-orang
kafir yang meragukan adanya hari akhir, sehingga jelas dari zaman dahulu sampai
sekarangpun orang-orang yang meragukan hari akhir akan tetap ada disetiap
zaman.

0 komentar:
Posting Komentar