![]() |
Selasa, 24 Maret 2015
|
Perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam
(SPI) #IndonesiaTanpaJIL kembali diselenggarakan di Aula Mi’raj Tours &
Travel, Jl. Cihapit no. 41, Bandung, pada Selasa (24/03). Tema bahasan malam
itu adalah “Konsep Tuhan” yang disampaikan oleh Dr. Wendi Zarman.
Dalam perkuliahan tersebut, Ustadz Wendi Zarman membahas contoh kerancuan berpikir tentang Tuhan. “Beberapa kerancuan tentang Tuhan ini yang pertama adalah mencari bukti adanya Tuhan dengan materialisme. Ini yang dilakukan oleh orang ateis atau agnostik. Kemudian ada juga yang menyamakan wujud Tuhan dengan manusia,” papar Dr. Wendi.
Manusia yang berusaha mencari bukti
keberadaan Tuhan dengan melihat langsung sudah dilakukan sejak manusia itu ada,
salah satunya yang seperti yang diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu ketika
Fir’aun mencari Tuhan. “Dalam Surah Al-Qashash ayat 38, diceritakan bahwa
Fir’aun menyuruh Haman untuk membuat bangunan yang sangat tinggi supaya bisa
melihat Tuhannya Musa, dan dia hanya ingin membuktikan kalau Musa itu
berbohong,” imbuh Ustadz Wendi.
Mengenai mereka yang menyamakan
wujud Tuhan dengan manusia, Ustadz Wendi Zarman mencontohkan bagaimana
agama-agama lain selain Islam menggambarkan Tuhannya seperti penduduk lokal
tempat agama itu berkembang. “Ada Krishna dewanya orang Hindu yang wajahnya
mirip orang India, Yesus wajahnya mirip orang Eropa berkulit putih, padahal
Yesus lahir di Palestina, Dewa Shinto yang wajahnya mirip orang jepang, dan
sebagainya. Jadi, persepsi mereka terhadap Tuhannya tidak jauh-jauh dari diri
mereka sendiri,” ujar Doktor jebolan Univ. Ibn Khaldun Bogor ini.
Perkuliahan ini dihadiri oleh
aktivis dakwah dari berbagai kampus, seperti UPI, ITB, ITENAS, UNPAD dan ada
pula beberapa yang sudah berstatus sebagai pegawai. Perkuliahan SPI Bandung ini
akan berlangsung hingga bulan Mei 2015, dilaksanakan setiap hari Selasa pukul
18.30-20.30 WIB. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Hafidz Ary Nurhadi pada
perkuliahan perdana, tujuan diadakannya SPI ini adalah untuk mencetak
serdadu-serdadu baru dalam menghadapi ghazwul fikri.
Oleh : Evi Apriyani
*Tugas Reportase Sekolah Pemikiran Islam ITJ
Bandung angkatan 1*
Diposkan disini


0 komentar:
Posting Komentar