Kamis, 03 September 2015

Insan yang Masih Rahasia, Namun Istimewa

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...hai hujan? Bagaimana kabar imanmu hari ini? Akankah terus naik setiap harinya? Kurahap kau senantiasa berada dalam lindungan Allah yang Esa, dan hei..entah kenapa meskipun aku belum pernah bertemu denganmu, tapi kehadiranmu selalu kurindu...atau mungkin saja kita pernah bertemu, tetapi Allah belum menunjukkan bahwa kau...iya kau...? kau akan menjadi bagian dari hidupku.


Hujan...kau tau? sulit bagiku untuk menebak-nebak siapa dirimu sebenarnya, karena mungkin belum saatnya Allah menampakkan dirimu dihadapanku, tentu saja dengan status : “kamu itu jodohku”. Walaupun sekali lagi, bisa saja raga kita sebenarnya sudah saling bertemu. Atau mungkin, seseorang yang asing sama sekali bagiku, ahhh jodoh selalu menjadi misteri Ilahi yang senantiasa membuatku bertanya-tanya, siapa dirimu sebenarnya?

hujan... kau tau kenapa aku memanggilmu seperti itu? Ahhh kau harus banyak baca blog-ku ini, supaya kamu banyak tau tentang aku.

Sebenernya..aku tidak terlalu pede untuk bertemu denganmu saat ini, masih banyak hal yang harus ku pelajari untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan rumah tangga yang insyaAllah bahagia hingga jannah-Nya bersamamu nanti. Kau tau kan? Cita2 untuk bisa berkumpul lagi disyurga-Nya adalah cita-cita yang mahal. Kuharap, orientasimu juga sama, hingga kelak ketika kita bertemu nanti, Visi kita sudah serasi, kau tau? Ustadz Favorite ku pernah menulis dalam bukunya :

“Kesejiwaan adalah asas bagi segala keberpaduan. Ruh-ruh yang saling mengenal dalam sandi iman, akan mudah bersepakat dalam segala urusan. Ketika dua hati sama dalam cara pandang dan sikap terhadap Pencipta, alam semesta, sesama, dunia serta akhiratnya, maka jauh lebih mudah bagi mereka membangun ikatan cinta.”
(Salim A. Fillah dalam Lapis-lapis Keberkahan)

Begitu pentingnya kesefahaman ini, membuatku begitu selektif dalam mencarimu, kau tau? Aku juga mencari dan terus mendoakanmu, supaya kau...calon imamku, adalah seseorang yang  bisa membimbingku. Aku tidak mau berjuang sendirian lagi, sungguh melelahkan, aku ingin kau adalah sosok yang bisa kujadikan teman perjalanan dalam mengarungi hidup ini, menapaki jejak-jejak untuk setapak-demi-setapak berada dalam jalan keridhoan-Nya yang ujung dari perjalanan ini adalah tentu saja Syurga-Nya.

Kau juga begitu kan???

Oleh karenanya, mari kita sama2 saling menyamakan persepsi, frekuensi, preferensi, visi dan misi rumah tangga kita.

Aku yakin, Allah pasti akan mempertemukan kita diwaktu yang tepat, tidak terlalu cepat, tidak pula terlambat, Allah selalu punya perfect timing, kita harus percaya itu, meskipun Allah tau, kita sama2 saling merindukan, tetapi ini demi kebaikan kita, supaya kita lebih siap jika Allah pertemukan nanti, kau harus banyak membekali diri dengan ilmu, aku juga.

Kau tahu? Setelah menulis ini, hatiku menjadi tenang. Aku sangat percaya janji Allah, kau juga kan hujan?


Ini adalah surat terbuka, yang entah sudah keberapa kalinya kutulis untukmu, sosok yang masih rahasia...dan terIstimewa~






Bandung, 1 September 2015
Pukul 08:33

Aku yang menantimu,
Evilogy Oikosnomos

0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template