Assalamu’alaykum
warahmatullahi wabarakaatuh...hai hujan? Bagaimana kabar imanmu hari ini?
Akankah terus naik setiap harinya? Kurahap kau senantiasa berada dalam
lindungan Allah yang Esa, dan hei..entah kenapa meskipun aku belum pernah
bertemu denganmu, tapi kehadiranmu selalu kurindu...atau mungkin saja kita
pernah bertemu, tetapi Allah belum menunjukkan bahwa kau...iya kau...? kau akan
menjadi bagian dari hidupku.
Hujan...kau tau? sulit bagiku untuk menebak-nebak siapa dirimu sebenarnya, karena mungkin belum saatnya Allah menampakkan dirimu dihadapanku, tentu saja dengan status : “kamu itu jodohku”. Walaupun sekali lagi, bisa saja raga kita sebenarnya sudah saling bertemu. Atau mungkin, seseorang yang asing sama sekali bagiku, ahhh jodoh selalu menjadi misteri Ilahi yang senantiasa membuatku bertanya-tanya, siapa dirimu sebenarnya?
hujan...
kau tau kenapa aku memanggilmu seperti itu? Ahhh kau harus banyak baca blog-ku
ini, supaya kamu banyak tau tentang aku.
Sebenernya..aku
tidak terlalu pede untuk bertemu denganmu saat ini, masih banyak hal yang harus
ku pelajari untuk mempersiapkan diri menjalani kehidupan rumah tangga yang
insyaAllah bahagia hingga jannah-Nya bersamamu nanti. Kau tau kan? Cita2 untuk
bisa berkumpul lagi disyurga-Nya adalah cita-cita yang mahal. Kuharap,
orientasimu juga sama, hingga kelak ketika kita bertemu nanti, Visi kita sudah
serasi, kau tau? Ustadz Favorite ku pernah menulis dalam bukunya :
“Kesejiwaan adalah asas bagi
segala keberpaduan. Ruh-ruh yang saling mengenal dalam sandi iman, akan mudah
bersepakat dalam segala urusan. Ketika dua hati sama dalam cara pandang dan
sikap terhadap Pencipta, alam semesta, sesama, dunia serta akhiratnya, maka
jauh lebih mudah bagi mereka membangun ikatan cinta.”
(Salim
A. Fillah dalam Lapis-lapis Keberkahan)
Begitu
pentingnya kesefahaman ini, membuatku begitu selektif dalam mencarimu, kau tau?
Aku juga mencari dan terus mendoakanmu, supaya kau...calon imamku, adalah
seseorang yang bisa membimbingku. Aku tidak
mau berjuang sendirian lagi, sungguh melelahkan, aku ingin kau adalah sosok
yang bisa kujadikan teman perjalanan dalam mengarungi hidup ini, menapaki
jejak-jejak untuk setapak-demi-setapak berada dalam jalan keridhoan-Nya yang
ujung dari perjalanan ini adalah tentu saja Syurga-Nya.
Kau
juga begitu kan???
Oleh
karenanya, mari kita sama2 saling menyamakan persepsi, frekuensi, preferensi,
visi dan misi rumah tangga kita.
Aku
yakin, Allah pasti akan mempertemukan kita diwaktu yang tepat, tidak terlalu
cepat, tidak pula terlambat, Allah selalu punya perfect timing, kita harus percaya itu, meskipun Allah tau, kita
sama2 saling merindukan, tetapi ini demi kebaikan kita, supaya kita lebih siap
jika Allah pertemukan nanti, kau harus banyak membekali diri dengan ilmu, aku
juga.
Kau
tahu? Setelah menulis ini, hatiku menjadi tenang. Aku sangat percaya janji
Allah, kau juga kan hujan?
Ini
adalah surat terbuka, yang entah sudah keberapa kalinya kutulis untukmu, sosok
yang masih rahasia...dan terIstimewa~
Bandung,
1 September 2015
Pukul
08:33
Aku
yang menantimu,
Evilogy
Oikosnomos

0 komentar:
Posting Komentar