Jumat, 18 November 2016
Kamis, 27 Oktober 2016
My Pinky My Cherrybelle
![]() |
| Indahnya....Gn. Ciremai |
![]() |
| My Beloved Pinky |
Senin, 29 Agustus 2016
Kriteria kebahagiaan dunia
ini materi kultum waktu halaqah di minggu kedua, baru dikasih tau judulnya aja aku langsung antusias, yap.... siapa sih yang ga pengen bahagia di dunia ini? tapi bagi seorang muslim, tentu saja bukan hanya mencari kebahagiaan di dunia, tapi juga di akhirat, seperti doa kita semua dalam surat Al-Baqarah ayat 201
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
nah...apa aja kriteria kebahagiaan di dunia? menurut Ibnu Abbas ada 7, yaitu;
1. Hati yang selalu bersyukur
2. Pasangan hidup yang sholih
3. Anak yang sholih
4. Lingkungan yang kondusif untuk iman kita
5. Harta yang halal
6. Semangat untuk memahami agama
7. Umur yang barokah
Alhamdulillah... kerja di HK, setidaknya aku ngerasain yang poin 1, 4 - 7.
Kuningan, 29 Agustus 2016
Jumat, 05 Agustus 2016
Yang Terbaik
Aku
pernah berdoa, rinci sekali, sampai kusebutkan apa yang ku minta secara jelas,
dan Allah mengabulkannya. Alhamdulillah...
Tapi itu tidak mudah, ternyata aku
kecewa dengan apa yang ku minta, tidak sesuai ekspektasi, menyesal telah berdoa
seperti itu.
Ah...barangkali Allah menegur, barangkali Allah tidak suka jika kita 'sok tau'
bahwa itu baik untuk kita.
Kemudian aku muhasabah, pasti ada yang salah dengan niatnya, ku luruskan
kembali, kenapa aku meminta ini, meminta itu, dan setelah itu aku baru sadar,
hanya niat karena Allah lah yang bisa menyelamatkan.
Dengan Indahnya Allah mengingatkan kita "Boleh jadi kamu tidak menyenangi
sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal
itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" ( Q.S Al-Baqarah : 216)
Kau tau? Aku sekarang bahkan takut untuk menyebut nama, aku takut aku 'sok
tahu' bahwa 'dia' baik untukku. Aku hanya akan berdoa agar diberikan 'yang
terbaik' pilihan-Nya.
Karena Allah lebih baik dari definisi terbaik kita tentang baik.
Kuningan, 5 Agustus 2016
Ah...barangkali Allah menegur, barangkali Allah tidak suka jika kita 'sok tau' bahwa itu baik untuk kita.
Kemudian aku muhasabah, pasti ada yang salah dengan niatnya, ku luruskan kembali, kenapa aku meminta ini, meminta itu, dan setelah itu aku baru sadar, hanya niat karena Allah lah yang bisa menyelamatkan.
Dengan Indahnya Allah mengingatkan kita "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" ( Q.S Al-Baqarah : 216)
Kau tau? Aku sekarang bahkan takut untuk menyebut nama, aku takut aku 'sok tahu' bahwa 'dia' baik untukku. Aku hanya akan berdoa agar diberikan 'yang terbaik' pilihan-Nya.
Karena Allah lebih baik dari definisi terbaik kita tentang baik.
Kuningan, 5 Agustus 2016
Rabu, 20 Juli 2016
My First Asrama
Bismillah…
Alhamdulillah…sudah
seminggu berada di pondok ini, sejak mendarat tanggal 13 juli kemaren. Aku di
tempatkan di asrama ummahatul mu’minin, tau dengan siapa? Hehe sureprise deh…Allah
ngabulin doaku di tempatin satu asrama dengan teh Ana, Alhamdulillah…
tahukah kamu? ini asrama yang pertama kali dibangun di HK :')
Karena asramaku itu
ditempatin sama santri lama, jadi belum efektif kerjanya, masih beres-beres dan
rapi-rapi kantor dan asrama aja, tanggal 22 juli nanti santri baru datang.
Hidup disini…Alhamdulillah
nyaman, aku suka sekali dengan lingkungan yang serba mendukung untuk taat. Bahkan
terlalu disayangkan jika dengan segala kemudahan ini waktu yang dipunya disia-siakan.
Alhamdulillah atas
segala nikmat ya Rabb…
Semoga hamba bisa menjalankan
amanah ini, sungguh tiada daya dan upayaku kecuali dengan pertolongan-Mu.
Rabb..mampukan aku
untuk bisa melewati hari-hari disini dengan baik, menjalankan amanah dengan
baik.
Rabb…tambahkan ilmu
kepada hamba, ilmu yang bermanfaat, yang barakah yang menghantarkan hamba untuk
lebih dekat dengan-Mu.
Rabb…senantiasa
ingatkan hamba untuk selalu meluruskan niat karena-Mu.
@Asrama UM
Kuningan, 20 Juli
2016
Senin, 27 Juni 2016
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Ittaqillaha haitsuma kunta” merupakan salah satu potongan hadist
arba’in karya Imam An-Nawawi, lebih tepatnya hadist ke-18. Hadist yang
dibawakan oleh Tirmidzi ini berkedudukan hasan shahih.
Awalnya dapat
potongan hadist tersebut dari ceramahnya (Alm.) Ustadz Zainuddin MZ yang
diputar ulang oleh imam musholah di dekat rumah, setiap hari ba’da subuh
biasanya diputar ceramah-ceramah almarhum. Suatu pagi diputarlah satu ceramah
yang menyebut-nyebut hadist tersebut, karena sangat berkesan dalam benakku, aku
ingat terus sampai searching dan tak sengaja menemukan bahwa hadist ini
merupakan salah satu hadist arba’in.
Ada apa dengan hadist
tersebut?
Jadi gini
ceritanya....
Sebulan setelah
sidang skripsi, aku bersiap-siap untuk pindah tempat tinggal ke indramayu
–yap...ke rumah-, setelah semua aku bereskan (kecuali distribusi skripsi dan
artikel) aku langsung pindahan dari Bandung.
Beberapa hari setelah
pulang dari Bandung, aku merasa ibadahku merosot tajam, futur, pokoknya
kuantitas dan kualitas ibadahku ga kaya di bandung dulu. Aku berusaha untuk
bangkit dari keterpurukan, aku harus tetap istiqomah dimana pun berada, dan
alhamdulillah setelah mendengar hadist tersebut, aku semakin yakin...inilah
petunjuk dan hidayah dari Allah bahwa aku harus jadi orang yang bertakwa
dimanapun aku berada “Ittaqillaha
haitsuma kunta”
Memang susah untuk
istiqomah di tempat baru, yang kondisinya jauh berbeda dari tempat yang dahulu.
Aku selalu merasa, bahwa masa-masa transisi adalah masa tersulit karena harus
menyesuaikan lagi dan lagi.
Setelah aku mengalami
kejadian yang kurang mengenakan, aku minta sama Allah supaya diberikan tempat
hijrah yang baru, yang sangat kondusif untuk istiqomah dan semakin taat sama
Allah, dan Allah telah mengabulkannya, Alhamdulillah...setelah idul fithri aku
hijrah menuju Kuningan....mulai bekerja di pondok pesantren husnul khotimah : )
Semoga ini langkah
awal yang membuat aku semakin dekat dengan Allah... yang membuat aku ga akan
galau lagi menentukan ini benar atau ini salah, semoga dengan bekerja di husnul
khotimah, Allah membukakan pintu-pintu keberkahan; keberkahan rezeqi,
keberkahan ilmu, keberkahan amal, keberkahan silaturahim, keberkahan jodoh, dan
keberkahan hidup di dunia & akhirat, Aamiin...
Indramayu, 22 Ramadhan
1437 (27 Juni 2016)
Jumat, 24 Juni 2016
“Ekonomi itu untuk dipahami, bukan diimani”
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah...ini
adalah postingan pertama di bulan ramadhan tahun ini, sekarang sudah hari ke 19
ya, berasa cepet banget atau lama banget? XD
Alhamdulillah...ramadhan
tahun ini aku full di rumah, berangkat ke HK insya allah abis lebaran, tanggal
13 juli (info yang kurang penting, okeskip..... :p)
Kali
ini aku mau posting apa?
Sebenernya
ini curhatan masa lalu yang baru kepikiran buat ditulis sekarang, ehehe
FYI,
waktu SMA, aku suka banget sama pelajaran ekonomi, why?
Karena
dulu pas SMA aku pernah mengikuti beberapa olimpiade ekonomi, kesukaanku pada
ekonomi sampai mengantarkanku jadi peserta Olimpiade Sains Ekonomi (OSN) bidang
Ekonomi Tingkat Nasional di Medan tahun 2010 lalu. You know kan OSN itu ajang bergengsi yang diikuti oleh hampir
seluruh sekolah negeri atau pun luar negeri (swasta maksudnye :p) dari berbagai
tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, sampe SMA.
Jadi
salah satu peserta OSN (meskipun ga juara) adalah suatu nikmat yang tak bisa
didustakan, suatu pengalaman yang luar biasa unforgetable.
Oke
itu sedikit gambaran masa lalu aku, yang menyebabkan kenapa aku memilih jurusan
pendidikan ekonomi di UPI. Kenapa ekonomi? Sudah terjawab ya, kenapa di UPI?
Nah kalo ini alasannya ada dua;
Pertama,
kan aku punya kakak tingkat dua tahun di atas aku yang juga kuliah di UPI
jurusan pendidikan ekonomi, guru aku tuh selalu aja ngebicarain beliau, jadi
aku terinspirasi supaya bisa jadi seperti beliau, karena beliau pun berhasil
masuk OSN tingkat provinsi waktu itu, aku emang banyak terinspirasi sama teteh
ini.
Kedua,
waktu aku pembinaan buat persiapan OSN di UPI, aku berhayal...seandainya aku
bisa kuliah di UPI, aku pasti akan sangat bersyukur, waktu itu diantar oleh
guruku, pas shalat di masjid Al-Furqon, beliau menyarankan, “shalat dan berdoa di
masjid ini minta sama Allah supaya bisa kuliah disini”, aku mengikuti saran beliau,
dan alhamdulillah...do’a itu terkabul : )
Kenapa
pendidikan? Karena di UPI ga ada ekonomi murni, and well... aku bercita-cita ingin menjadi seorang guru, pendidik.
Melalui
suatu ikhtiar dan doa (yang sangat panjang kalo diceritakan), akhirnya aku di
terima kuliah di UPI, di jurusan impianku sejak kelas 2 SMA; pendidikan ekonomi
: )
Setelah
menjalani kuliah beberapa semester, aku sempat mengalami kejenuhan dan
kegalauan yang ga karu-karuan (mix
language you know :p).
Selain
kuliah, aku juga ngaji; mentoring, liqo, halaqah, kajian dan semacamnya dari
harakah manapun aku telan (kecuali yg sudah teridentifikasi sesat aku ga
berani), namanya juga gegar budaya, di tempat tinggalku dulu ga ada kajian2
kaya gitu, gimana aku ga haus ilmu coba?
Beberapa
semester aku sempat ngaji disalah satu harakah, yang sedikit banyak merubah
pandanganku tentu saja. Aku belajar di kelas tentang riba dan sebagainya dan
seterusnya....(ya gimana sih ekonomi konvensional? Tau lah ya...), sedangkan di
ngaji diajarin ga boleh pake riba, disisi lain bank syariah juga belum semuanya
murni syariah...dan sebagainya dan seterusnya....
Sempat
terjadi pertentangan bathin, kok yang aku pelajari ini ribawi semua ya? Ekonomi
kapitalis ya? Islam kan ga bolehin riba, gimana dong?
Bingung..galau..sampe
pernah menuliskan kegalauan di status dan dikomen sama temen yang peduli dan
terus nyemangatin.
Tapi
setelah sedikit mengenal ekonomi syariah (ga banyak sih, dikit aja),
kegalauanku ga terlalu mendominasi, karena apa yang aku pelajari di
konvensional, bisa jadi pembanding kalo suatu saat aku lanjut studi ke jenjang
yang lebih tinggi ngambil ekonomi syariah, semoga ya Allah semoga (Aamiin)
Pas
masa2 pembuatan proposal skripsi, aku bertekad dan punya idealisme “skripsiku
harus berbau syariah”. dan alhamdulillah...Allah memudahkan semuanya, aku bisa
lulus kumlaut di jurusan ini dalam waktu 9 semester (kelebihan :p) dengan
skripsi yang berbau-bau syariah XD
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kemaren
banget, aku iseng baca disertasi orang tentang partai politik islam, aku nemuin
kalimat dikata pengantarnya yang “eh kok ini mah kegalauan aku banget lah jaman
dulu, ahaha”
“Ekonomi itu
untuk dipahami, bukan diimani”
Kata
penulis disertasi tersebut, kita tidak harus selalu setuju dengan berbagai
teori yang dipelajari, namun bagaimana ‘menaklukan’ dan menggunakannya
(Munandar, 2011)
iya
aku setuju, untuk tahu kebaikan ekonomi syariah, harus tahu juga berbagai
keburukan dan ketidakadilan yang disebabkan oleh ekonomi konvensional atau
sistem ekonomi kapitalis ini, apa saja yang dilarang oleh islam dalam transaksi
ekonomi konvensional dan sebagainya. Harus tahu, kan?
Jadi
ga sia-sia banget sih ya belajar ekonomi konvensional, meskipun
sekarang-sekarang aku sadar bahwa ilmu yang hukumnya fardhu’ain itu ilmu agama,
yang mana aku malah ketinggalan jauh.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bulan
ramadhan tahun ini, banyak sekali ilmu dan hikmah yang Allah berikan yang tak
ternilai harganya, di bulan ramadhan yang setiap detiknya sangat berharga ini
aku masih saja belum maksimal mengisi hari-harinya dengan ibadah, ah ya Rabb..
ampuni hamba, semoga bisa bertemu dengan ramadhan tahun depan, dan Engkau beri
lebih banyak rahmat dan karunia yang berharga. Aamiin
Indramayu,
19 Ramadhan 1437 Hijriyah
Evi
Apriyani
Selasa, 31 Mei 2016
Mei yang Berwarna-Warni, Hijrah, dan Husnul Khotimah
Hai sobat? Gimana kabar imanmu hari ini? Semoga senantiasa
diperbaharui : )
aku mau cerita mengenai perjalananku after wisuda april kemaren, aku merasa kurang nyaman dengan
kerjaanku, akhirnya aku berusaha cari kerjaan lain yang memenuhi syarat-syarat
ini :
1. Membuat aku semakin deket sama Allah
2. Membuat aku lebih taat sama Allah
3. Memfasilitasi aku untuk belajar lebih
dalam tentang ilmu agama
4. Pekerjaan yang ga buat aku bingung
menentukan mana yang benar dan yang salah
Awalnya aku ga perduli dengan banyaknya BC di grup2 tentang
lowongan pekerjaan, karena aku merasa nyaman dengan kerjaanku yang dulu, ketika
dihadapkan pada situasi yang tidak diinginkan, akhirnya aku nyerah dan ga mau
kembali, aku putuskan untuk hijrah.
Mulailah pencarianku dengan ngubek2, scroll-scroll loker di
grup2, dan BC dari temen2, ketemulah dengan tiga loker yang menurutku pas
dengan yang aku cari; Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Pesantren Al-Bahjah
Cirebon, dan Nurul Fikri Boarding School Banten.
Aku masukin berkas lamaran ke tiga loker tersebut via email,
alhamdulillah...ketiga2nya lolos seleksi berkas.
Yang pertama kali memberi kabar adalah Husnul Khotimah, tanggal 3 Mei 16 pihak HRD meng-sms :
aku penuhi panggilannya dan betapa kagetnya diriku ketika
tahu bahwasannya...ratusan orang yang hadir disana, 362 orang ikut seleksi.
Yang ikhwan banyak banget yang daftar sampai antriannya nguler kaya antri sembako,
ehehe....itu khusus staf pesantren, belum termasuk pendaftar untuk lowongan
guru.
Tes nya seperti yang di sms-kan, yaitu tes tulis PAI, esai
dan tilawah Al-Qur’an. Tes tulis PAI ada 50 soal ABC-an, dan esai ada banyak
pertanyaan mengenai; apa motivasi kerja di HK, gaji yang diharapkan, berapa
lama ingin kerja di HK, pendapat mengenai pacaran dan rokok, apakah pernah
mengenal tabawiyah, terakhir disuruh menulis surah al-ikhlas, dan tilawah
Al-Qur’an.
Tanggal 7 Mei 16 datanglah kabar dari Pesantren Al-Bahjah, Ustadz
Asman meng-sms kan :
Kupenuhi panggilannya, tes nya meliputi wawancara, tes IQ
dan tilawah Al-Qur’an serta hafalan.
Dalam penantian tersebut sms dari NFBS datang tanggal 9 Mei
16;
Aku bingung, soalnya lumayan jauh, kebetulan saat itu
situasinya tidak memungkinkan ke sana. Aku konfirmasikan kepada pihak HRD NFBS bahwa
ku tidak bisa mengikuti seleksi tahap berikutnya, dan berterima kasih sudah
diberikan kesempatan untuk lolos sleksi berkas.
Dan,
Masih berharap ada kabar dari salah satunya, HK atau AB,
meskipun kecil kemungkinan kalau di HK, sebab aku sudah pesimis dengan
pendaftar yang membludak seperti itu, mana mungkin aku termasuk orang-orang
yang terpilih?
Begitu juga di AB, tes nya lumayan susah, apa mungkin aku ga
lolos? Ah...kemaren ga maksimal aku tes nya, banyak kekurangan, tapi tetap saja
dalam hati masih berharap, plis...ya Allah salah satunya beri kesempatan untuk
tinggal di pesantren :’)
Dimasa-masa penantian seperti ini aku mencoba untuk
melepaskan, mengikhlaskan apapun yang terbaik dari Allah, hanya perlu
kesabaran, sedikit lagi saja, sebentar lagi saja, tidak akan lama.
Mecoba menata hati, dimanapun nanti ditempatkan, di HK, di AB,
atau tetap di indramayu, harus selalu husnudzhan sama Allah, inget kata2 ketua HRD
HK, Ustadz Imam Nur Suharno “pengabdian itu bukan hanya di HK, dimanapun nanti
mengabdinya, yang penting dapat Ridho Allah” kata-kata yang memang meng-ademkan
hati ini yang sedang galau.
Setelah beberapa waktu sempet lupa dan coba nyari loker di
indramayu, akhirnya kabar itu datang...
Tanggal 14 Mei 16 HRD HK kembali meng-sms :
Karena masih pesimis, aku tanyakan berapa yang lolos di staf
asrama? Jawabnya “akhwat tinggal 10 orang”
Meski masih pesimis, tetapi dengan niat menyempurnakan
ikhtiar, akhirnya tanggal 16 Mei 16 aku kembali penuhi penggilan ke HK, bersama
9 orang akhwat lainnya, kita semua diseleksi melalui wawancara oleh Umi Anita,
aku suka sekali dengan Umi Anita, pembawaannya sangat tenang, anggun, sehingga
membuat aku begitu rileks ketika di wawancara oleh beliau, pokoknya aku jawab
sebisa dan seterbaik mungkin, meskipun tetap banyak hal yang mungkin kurang
tepat dan Umi meluruskannya. Selesai di wawancara aku sholat dhuha di masjid Al-Husna
2 (akhwat) dan meminta kepada Allah semoga ini bukan shalat dhuha yang terakhir
kalinya di masjid ini.
HRD mengumumkan bahwa keputusan lulus tidaknya hari kamis,
19 Mei 16 dan yang diterima hanya 5 orang, dengan hati penuh harap dan takut
aku selalu berdoa agar Allah menempatkan aku ditempat yang tepat,
dimanapun...dimanapun...
Sampai suatu malam aku bermimpi aku lulus di HK, dengan
daftar nama diurutan terakhir (yang entah aku kurang faham artinya). Ke esokan
harinya benar saja, aku dinyatakan lulus. Alhamdulillah....
Karena bingung tanggal 2 juni 2016 itu agendanya apa, berapa
lama, dan gimana-gimana yang lainnya, jadi aku tanyakan ke HRD, kemudian
dapatlah jawaban, tanggal 22 Mei 16 langsung magang, selama 5 hari, tanggal 2
juni orientasi dan penandatanganan SKKB.
Tanggal 22 – 26 Mei 16 aku bersama ke empat staf akhwat
lainnya ikutan magang, ternyata yang lulus itu aku, Teh Ana, Teh Dena, Teh Lili
dan Mba Ida. Aku dan teh dena di tempatkan di asrama khadijah, teh ana dan mba
ida di asrama ummahatul mukminin, teh lili lupa di asrama apa ya?
Hari pertama magang, dapat sms dari Pesantren Al-Bahjah;
Dari awal aku sudah memutuskan, aku akan memilih yang paling
pertama memberi kabar dan kepastian, selama masih belum pasti aku akan
menyempurnakan ikhtiar sebaik mungkin, tapi ketika sudah ada yang memberi
kepastian paling awal, aku akan memilih itu. dan HK lah yang pertama memberi
kepastian, sehingga aku memilih HK, insyaallah...mungkin ini pilihan allah yang
terbaik, bismillah....
Akhirnya aku memberi kabar bahwa aku sudah diterima di
lembaga lain, dan pihak AB tidak berkeberatan, alhamdulillah...
Hijrahku... berawal dari sini, dan insyaAllah 2 juni 2016
nanti aku ke HK lagi dengan agenda orientasi pegawai dan penendatanganan SKKB.
Indramayu, 29 Mei 16
Evi Apriyani.
Langganan:
Komentar (Atom)




















