Jumat, 18 November 2016

Sidomba, 16 November 2016

0 komentar
Curug Sidomba

Tempatnya enak buat ngafal

Iklan layanan masyarakat

Tangga aborsi

Yay nyampe!

Mobil2an

Domba beneran

Playground

Masjidnya keliatan

Welcome

Kamis, 27 Oktober 2016

My Pinky My Cherrybelle

0 komentar

Aku pengen cerita mengenai sepeda yang baru aku beli ini, awalnya ku beri dia nama Pinky, soalnya dia warnanya pink, warna kesukaanku. Bulan september aku bawa ke HK, wessshhhh...dia jadi HITS banget, setiap santri yang liat sepeda ini pasti mau pinjem :3
ada juga beberapa Ummahat yang pengen pinjem, udah pinjem, juga pengen beli sepeda yang sama.
nah...pas aku bawa ke HK itu kan aku mampir dulu ke Sorabi Cibulan, ya udah deh...ketemu ibu yang jualan sorabinya, terus malah namain dia Cherrybelle... yayaya gitu lah ceritanya.

Depan Asrama Shahabiyah
 aku selalu bawa dia kemana2, pernah ke kunkot (kuningan kota), juga ke pasar cilimus, iya...naik dia aja. hebat kan? wkwkwk
Indahnya....Gn. Ciremai
 tau kan kalo track di Kuningan itu naik-turun? nanjak...mudun... seru lah pokoknya, alhamdulillah udah punya Pinky aja aku udah bersyukur, apalagi Pinky yang bermetamorfosis jadi mesin :') aamiin hehe
My Beloved Pinky

Senin, 29 Agustus 2016

Kriteria kebahagiaan dunia

0 komentar
ini materi kultum waktu halaqah di minggu kedua, baru dikasih tau judulnya aja aku langsung antusias, yap.... siapa sih yang ga pengen bahagia di dunia ini? tapi bagi seorang muslim, tentu saja bukan hanya mencari kebahagiaan di dunia, tapi juga di akhirat, seperti doa kita semua dalam surat Al-Baqarah ayat 201

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

nah...apa aja kriteria kebahagiaan di dunia? menurut Ibnu Abbas ada 7, yaitu;
1. Hati yang selalu bersyukur
2. Pasangan hidup yang sholih
3. Anak yang sholih
4. Lingkungan yang kondusif untuk iman kita
5. Harta yang halal
6. Semangat untuk memahami agama
7. Umur yang barokah

Alhamdulillah... kerja di HK, setidaknya aku ngerasain yang poin 1, 4 - 7.



Kuningan, 29 Agustus 2016

Riyaadloh

0 komentar







Jumat, 05 Agustus 2016

Yang Terbaik

0 komentar

Aku pernah berdoa, rinci sekali, sampai kusebutkan apa yang ku minta secara jelas, dan Allah mengabulkannya. Alhamdulillah... 

Tapi itu tidak mudah, ternyata aku kecewa dengan apa yang ku minta, tidak sesuai ekspektasi, menyesal telah berdoa seperti itu.

Ah...barangkali Allah menegur, barangkali Allah tidak suka jika kita 'sok tau' bahwa itu baik untuk kita.

Kemudian aku muhasabah, pasti ada yang salah dengan niatnya, ku luruskan kembali, kenapa aku meminta ini, meminta itu, dan setelah itu aku baru sadar, hanya niat karena Allah lah yang bisa menyelamatkan.

Dengan Indahnya Allah mengingatkan kita "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" ( Q.S Al-Baqarah : 216)

Kau tau? Aku sekarang bahkan takut untuk menyebut nama, aku takut aku 'sok tahu' bahwa 'dia' baik untukku. Aku hanya akan berdoa agar diberikan 'yang terbaik' pilihan-Nya.

Karena Allah lebih baik dari definisi terbaik kita tentang baik.

Kuningan, 5 Agustus 2016

Rabu, 20 Juli 2016

My First Asrama

0 komentar
Bismillah…

Alhamdulillah…sudah seminggu berada di pondok ini, sejak mendarat tanggal 13 juli kemaren. Aku di tempatkan di asrama ummahatul mu’minin, tau dengan siapa? Hehe sureprise deh…Allah ngabulin doaku di tempatin satu asrama dengan teh Ana, Alhamdulillah…

tahukah kamu? ini asrama yang pertama kali dibangun di HK :')

Karena asramaku itu ditempatin sama santri lama, jadi belum efektif kerjanya, masih beres-beres dan rapi-rapi kantor dan asrama aja, tanggal 22 juli nanti santri baru datang.
Hidup disini…Alhamdulillah nyaman, aku suka sekali dengan lingkungan yang serba mendukung untuk taat. Bahkan terlalu disayangkan jika dengan segala kemudahan ini waktu yang dipunya disia-siakan.

Alhamdulillah atas segala nikmat ya Rabb…

Semoga hamba bisa menjalankan amanah ini, sungguh tiada daya dan upayaku kecuali dengan pertolongan-Mu.

Rabb..mampukan aku untuk bisa melewati hari-hari disini dengan baik, menjalankan amanah dengan baik.

Rabb…tambahkan ilmu kepada hamba, ilmu yang bermanfaat, yang barakah yang menghantarkan hamba untuk lebih dekat dengan-Mu.

Rabb…senantiasa ingatkan hamba untuk selalu meluruskan niat karena-Mu.




@Asrama UM
Kuningan, 20 Juli 2016


Senin, 27 Juni 2016

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

0 komentar
Ittaqillaha haitsuma kunta” merupakan salah satu potongan hadist arba’in karya Imam An-Nawawi, lebih tepatnya hadist ke-18. Hadist yang dibawakan oleh Tirmidzi ini berkedudukan hasan shahih.

Awalnya dapat potongan hadist tersebut dari ceramahnya (Alm.) Ustadz Zainuddin MZ yang diputar ulang oleh imam musholah di dekat rumah, setiap hari ba’da subuh biasanya diputar ceramah-ceramah almarhum. Suatu pagi diputarlah satu ceramah yang menyebut-nyebut hadist tersebut, karena sangat berkesan dalam benakku, aku ingat terus sampai searching dan tak sengaja menemukan bahwa hadist ini merupakan salah satu hadist arba’in.

Ada apa dengan hadist tersebut?

Jadi gini ceritanya....

Sebulan setelah sidang skripsi, aku bersiap-siap untuk pindah tempat tinggal ke indramayu –yap...ke rumah-, setelah semua aku bereskan (kecuali distribusi skripsi dan artikel) aku langsung pindahan dari Bandung.

Beberapa hari setelah pulang dari Bandung, aku merasa ibadahku merosot tajam, futur, pokoknya kuantitas dan kualitas ibadahku ga kaya di bandung dulu. Aku berusaha untuk bangkit dari keterpurukan, aku harus tetap istiqomah dimana pun berada, dan alhamdulillah setelah mendengar hadist tersebut, aku semakin yakin...inilah petunjuk dan hidayah dari Allah bahwa aku harus jadi orang yang bertakwa dimanapun aku berada “Ittaqillaha haitsuma kunta”

Memang susah untuk istiqomah di tempat baru, yang kondisinya jauh berbeda dari tempat yang dahulu. Aku selalu merasa, bahwa masa-masa transisi adalah masa tersulit karena harus menyesuaikan lagi dan lagi.

Setelah aku mengalami kejadian yang kurang mengenakan, aku minta sama Allah supaya diberikan tempat hijrah yang baru, yang sangat kondusif untuk istiqomah dan semakin taat sama Allah, dan Allah telah mengabulkannya, Alhamdulillah...setelah idul fithri aku hijrah menuju Kuningan....mulai bekerja di pondok pesantren husnul khotimah : )

Semoga ini langkah awal yang membuat aku semakin dekat dengan Allah... yang membuat aku ga akan galau lagi menentukan ini benar atau ini salah, semoga dengan bekerja di husnul khotimah, Allah membukakan pintu-pintu keberkahan; keberkahan rezeqi, keberkahan ilmu, keberkahan amal, keberkahan silaturahim, keberkahan jodoh, dan keberkahan hidup di dunia & akhirat, Aamiin...



Indramayu, 22 Ramadhan 1437 (27 Juni 2016)

Jumat, 24 Juni 2016

“Ekonomi itu untuk dipahami, bukan diimani”

0 komentar
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Alhamdulillah...ini adalah postingan pertama di bulan ramadhan tahun ini, sekarang sudah hari ke 19 ya, berasa cepet banget atau lama banget? XD

Alhamdulillah...ramadhan tahun ini aku full di rumah, berangkat ke HK insya allah abis lebaran, tanggal 13 juli (info yang kurang penting, okeskip..... :p)

Kali ini aku mau posting apa?

Sebenernya ini curhatan masa lalu yang baru kepikiran buat ditulis sekarang, ehehe
FYI, waktu SMA, aku suka banget sama pelajaran ekonomi, why?

Karena dulu pas SMA aku pernah mengikuti beberapa olimpiade ekonomi, kesukaanku pada ekonomi sampai mengantarkanku jadi peserta Olimpiade Sains Ekonomi (OSN) bidang Ekonomi Tingkat Nasional di Medan tahun 2010 lalu. You know kan OSN itu ajang bergengsi yang diikuti oleh hampir seluruh sekolah negeri atau pun luar negeri (swasta maksudnye :p) dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari SD, SMP, sampe SMA.

Jadi salah satu peserta OSN (meskipun ga juara) adalah suatu nikmat yang tak bisa didustakan, suatu pengalaman yang luar biasa unforgetable.

Oke itu sedikit gambaran masa lalu aku, yang menyebabkan kenapa aku memilih jurusan pendidikan ekonomi di UPI. Kenapa ekonomi? Sudah terjawab ya, kenapa di UPI? Nah kalo ini alasannya ada dua;

Pertama, kan aku punya kakak tingkat dua tahun di atas aku yang juga kuliah di UPI jurusan pendidikan ekonomi, guru aku tuh selalu aja ngebicarain beliau, jadi aku terinspirasi supaya bisa jadi seperti beliau, karena beliau pun berhasil masuk OSN tingkat provinsi waktu itu, aku emang banyak terinspirasi sama teteh ini.

Kedua, waktu aku pembinaan buat persiapan OSN di UPI, aku berhayal...seandainya aku bisa kuliah di UPI, aku pasti akan sangat bersyukur, waktu itu diantar oleh guruku, pas shalat di masjid Al-Furqon, beliau menyarankan, “shalat dan berdoa di masjid ini minta sama Allah supaya bisa kuliah disini”, aku mengikuti saran beliau, dan alhamdulillah...do’a itu terkabul : )

Kenapa pendidikan? Karena di UPI ga ada ekonomi murni, and well... aku bercita-cita ingin menjadi seorang guru, pendidik.

Melalui suatu ikhtiar dan doa (yang sangat panjang kalo diceritakan), akhirnya aku di terima kuliah di UPI, di jurusan impianku sejak kelas 2 SMA; pendidikan ekonomi : )
Setelah menjalani kuliah beberapa semester, aku sempat mengalami kejenuhan dan kegalauan yang ga karu-karuan (mix language you know :p).

Selain kuliah, aku juga ngaji; mentoring, liqo, halaqah, kajian dan semacamnya dari harakah manapun aku telan (kecuali yg sudah teridentifikasi sesat aku ga berani), namanya juga gegar budaya, di tempat tinggalku dulu ga ada kajian2 kaya gitu, gimana aku ga haus ilmu coba?

Beberapa semester aku sempat ngaji disalah satu harakah, yang sedikit banyak merubah pandanganku tentu saja. Aku belajar di kelas tentang riba dan sebagainya dan seterusnya....(ya gimana sih ekonomi konvensional? Tau lah ya...), sedangkan di ngaji diajarin ga boleh pake riba, disisi lain bank syariah juga belum semuanya murni syariah...dan sebagainya dan seterusnya....

Sempat terjadi pertentangan bathin, kok yang aku pelajari ini ribawi semua ya? Ekonomi kapitalis ya? Islam kan ga bolehin riba, gimana dong?

Bingung..galau..sampe pernah menuliskan kegalauan di status dan dikomen sama temen yang peduli dan terus nyemangatin.

Tapi setelah sedikit mengenal ekonomi syariah (ga banyak sih, dikit aja), kegalauanku ga terlalu mendominasi, karena apa yang aku pelajari di konvensional, bisa jadi pembanding kalo suatu saat aku lanjut studi ke jenjang yang lebih tinggi ngambil ekonomi syariah, semoga ya Allah semoga (Aamiin)

Pas masa2 pembuatan proposal skripsi, aku bertekad dan punya idealisme “skripsiku harus berbau syariah”. dan alhamdulillah...Allah memudahkan semuanya, aku bisa lulus kumlaut di jurusan ini dalam waktu 9 semester (kelebihan :p) dengan skripsi yang berbau-bau syariah XD

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kemaren banget, aku iseng baca disertasi orang tentang partai politik islam, aku nemuin kalimat dikata pengantarnya yang “eh kok ini mah kegalauan aku banget lah jaman dulu, ahaha”

“Ekonomi itu untuk dipahami, bukan diimani”

Kata penulis disertasi tersebut, kita tidak harus selalu setuju dengan berbagai teori yang dipelajari, namun bagaimana ‘menaklukan’ dan menggunakannya (Munandar, 2011)

iya aku setuju, untuk tahu kebaikan ekonomi syariah, harus tahu juga berbagai keburukan dan ketidakadilan yang disebabkan oleh ekonomi konvensional atau sistem ekonomi kapitalis ini, apa saja yang dilarang oleh islam dalam transaksi ekonomi konvensional dan sebagainya. Harus tahu, kan?

Jadi ga sia-sia banget sih ya belajar ekonomi konvensional, meskipun sekarang-sekarang aku sadar bahwa ilmu yang hukumnya fardhu’ain itu ilmu agama, yang mana aku malah ketinggalan jauh.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bulan ramadhan tahun ini, banyak sekali ilmu dan hikmah yang Allah berikan yang tak ternilai harganya, di bulan ramadhan yang setiap detiknya sangat berharga ini aku masih saja belum maksimal mengisi hari-harinya dengan ibadah, ah ya Rabb.. ampuni hamba, semoga bisa bertemu dengan ramadhan tahun depan, dan Engkau beri lebih banyak rahmat dan karunia yang berharga. Aamiin



Indramayu, 19 Ramadhan 1437 Hijriyah



Evi Apriyani

Selasa, 31 Mei 2016

Mei yang Berwarna-Warni, Hijrah, dan Husnul Khotimah

0 komentar

Assalamu’alaykum warahmatullah wabaraakatuh...

Hai sobat? Gimana kabar imanmu hari ini? Semoga senantiasa diperbaharui : )

aku mau cerita mengenai perjalananku after wisuda april kemaren, aku merasa kurang nyaman dengan kerjaanku, akhirnya aku berusaha cari kerjaan lain yang memenuhi syarat-syarat ini :

1.  Membuat aku semakin deket sama Allah
2.  Membuat aku lebih taat sama Allah
3.  Memfasilitasi aku untuk belajar lebih dalam tentang ilmu agama
4.  Pekerjaan yang ga buat aku bingung menentukan mana yang benar dan yang salah

Awalnya aku ga perduli dengan banyaknya BC di grup2 tentang lowongan pekerjaan, karena aku merasa nyaman dengan kerjaanku yang dulu, ketika dihadapkan pada situasi yang tidak diinginkan, akhirnya aku nyerah dan ga mau kembali, aku putuskan untuk hijrah.

Mulailah pencarianku dengan ngubek2, scroll-scroll loker di grup2, dan BC dari temen2, ketemulah dengan tiga loker yang menurutku pas dengan yang aku cari; Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Pesantren Al-Bahjah Cirebon, dan Nurul Fikri Boarding School Banten.
Aku masukin berkas lamaran ke tiga loker tersebut via email, alhamdulillah...ketiga2nya lolos seleksi berkas.

Yang pertama kali memberi kabar adalah Husnul Khotimah, tanggal 3 Mei 16 pihak HRD meng-sms :



aku penuhi panggilannya dan betapa kagetnya diriku ketika tahu bahwasannya...ratusan orang yang hadir disana, 362 orang ikut seleksi. Yang ikhwan banyak banget yang daftar sampai antriannya nguler kaya antri sembako, ehehe....itu khusus staf pesantren, belum termasuk pendaftar untuk lowongan guru. 

Tes nya seperti yang di sms-kan, yaitu tes tulis PAI, esai dan tilawah Al-Qur’an. Tes tulis PAI ada 50 soal ABC-an, dan esai ada banyak pertanyaan mengenai; apa motivasi kerja di HK, gaji yang diharapkan, berapa lama ingin kerja di HK, pendapat mengenai pacaran dan rokok, apakah pernah mengenal tabawiyah, terakhir disuruh menulis surah al-ikhlas, dan tilawah Al-Qur’an.

Tanggal 7 Mei 16 datanglah kabar dari Pesantren Al-Bahjah, Ustadz Asman meng-sms kan :




Kupenuhi panggilannya, tes nya meliputi wawancara, tes IQ dan tilawah Al-Qur’an serta hafalan.
Dalam penantian tersebut sms dari NFBS datang tanggal 9 Mei 16;






Aku bingung, soalnya lumayan jauh, kebetulan saat itu situasinya tidak memungkinkan ke sana. Aku konfirmasikan kepada pihak HRD NFBS bahwa ku tidak bisa mengikuti seleksi tahap berikutnya, dan berterima kasih sudah diberikan kesempatan untuk lolos sleksi berkas.
Dan,
Masih berharap ada kabar dari salah satunya, HK atau AB, meskipun kecil kemungkinan kalau di HK, sebab aku sudah pesimis dengan pendaftar yang membludak seperti itu, mana mungkin aku termasuk orang-orang yang terpilih?

Begitu juga di AB, tes nya lumayan susah, apa mungkin aku ga lolos? Ah...kemaren ga maksimal aku tes nya, banyak kekurangan, tapi tetap saja dalam hati masih berharap, plis...ya Allah salah satunya beri kesempatan untuk tinggal di pesantren :’)

Dimasa-masa penantian seperti ini aku mencoba untuk melepaskan, mengikhlaskan apapun yang terbaik dari Allah, hanya perlu kesabaran, sedikit lagi saja, sebentar lagi saja, tidak akan lama.

Mecoba menata hati, dimanapun nanti ditempatkan, di HK, di AB, atau tetap di indramayu, harus selalu husnudzhan sama Allah, inget kata2 ketua HRD HK, Ustadz Imam Nur Suharno “pengabdian itu bukan hanya di HK, dimanapun nanti mengabdinya, yang penting dapat Ridho Allah” kata-kata yang memang meng-ademkan hati ini yang sedang galau.

Setelah beberapa waktu sempet lupa dan coba nyari loker di indramayu, akhirnya kabar itu datang...
Tanggal 14 Mei 16 HRD HK kembali meng-sms :






Karena masih pesimis, aku tanyakan berapa yang lolos di staf asrama? Jawabnya “akhwat tinggal 10 orang”
Meski masih pesimis, tetapi dengan niat menyempurnakan ikhtiar, akhirnya tanggal 16 Mei 16 aku kembali penuhi penggilan ke HK, bersama 9 orang akhwat lainnya, kita semua diseleksi melalui wawancara oleh Umi Anita, aku suka sekali dengan Umi Anita, pembawaannya sangat tenang, anggun, sehingga membuat aku begitu rileks ketika di wawancara oleh beliau, pokoknya aku jawab sebisa dan seterbaik mungkin, meskipun tetap banyak hal yang mungkin kurang tepat dan Umi meluruskannya. Selesai di wawancara aku sholat dhuha di masjid Al-Husna 2 (akhwat) dan meminta kepada Allah semoga ini bukan shalat dhuha yang terakhir kalinya di masjid ini.

HRD mengumumkan bahwa keputusan lulus tidaknya hari kamis, 19 Mei 16 dan yang diterima hanya 5 orang, dengan hati penuh harap dan takut aku selalu berdoa agar Allah menempatkan aku ditempat yang tepat, dimanapun...dimanapun...

Sampai suatu malam aku bermimpi aku lulus di HK, dengan daftar nama diurutan terakhir (yang entah aku kurang faham artinya). Ke esokan harinya benar saja, aku dinyatakan lulus. Alhamdulillah....




Karena bingung tanggal 2 juni 2016 itu agendanya apa, berapa lama, dan gimana-gimana yang lainnya, jadi aku tanyakan ke HRD, kemudian dapatlah jawaban, tanggal 22 Mei 16 langsung magang, selama 5 hari, tanggal 2 juni orientasi dan penandatanganan SKKB.




Tanggal 22 – 26 Mei 16 aku bersama ke empat staf akhwat lainnya ikutan magang, ternyata yang lulus itu aku, Teh Ana, Teh Dena, Teh Lili dan Mba Ida. Aku dan teh dena di tempatkan di asrama khadijah, teh ana dan mba ida di asrama ummahatul mukminin, teh lili lupa di asrama apa ya?
Hari pertama magang, dapat sms dari Pesantren Al-Bahjah;



Dari awal aku sudah memutuskan, aku akan memilih yang paling pertama memberi kabar dan kepastian, selama masih belum pasti aku akan menyempurnakan ikhtiar sebaik mungkin, tapi ketika sudah ada yang memberi kepastian paling awal, aku akan memilih itu. dan HK lah yang pertama memberi kepastian, sehingga aku memilih HK, insyaallah...mungkin ini pilihan allah yang terbaik, bismillah....
Akhirnya aku memberi kabar bahwa aku sudah diterima di lembaga lain, dan pihak AB tidak berkeberatan, alhamdulillah...
Hijrahku... berawal dari sini, dan insyaAllah 2 juni 2016 nanti aku ke HK lagi dengan agenda orientasi pegawai dan penendatanganan SKKB.

Indramayu, 29 Mei 16




Evi Apriyani.





















 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template