Minggu, 10 April 2016

Pesan Cinta Untuk Hujanku

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...
Hai hujan? Gimana kabar imanmu hari ini? Semoga Allah selalu membimbingmu.

Hujan...kau tau? Aku baru saja memasuki dunia baru yang menurutku lebih berat untuk ku hadapi daripada dunia kampus dulu. Sekarang, didunia nyata aku benar-benar dihadapkan pada suatu kenyataan yang menguji idealismeku. Ternyata didunia pendidikan pun belum tentu ditempatkan ditempat yang kondusif, sungguh aku ingin merubah keadaan ini, tapi sepertinya tidak bisa.

Hujan...aku berdoa untukmu, dimanapun engkau berada saat ini, semoga Allah selalu memberikanmu keimanan, ketakwaan, kecerdasan hati & fikiran, dikaruniakan hidayah & inayah-Nya.

Hujan...aku berpesan padamu, disaat nanti kita bertemu, diwaktu yang tepat menurut-Nya, kau harus memahami hal paling mendasar ini :

Engkau benar2 sudah memahami konsekuensimu sebagai Imamku; bertanggungjawab sebagai penuntun jalanku untuk semakin taat pada-Nya, kau harus memahami dasar-dasar agama kita, karena aku ingin bangunan rumah tangga kita memakai bahan dasar keimanan dan ketakwaan pada-Nya, apapun aktivitas kita, itu cita-citaku.

Untuk itu, suatu hari nanti jika kau sudah memiliki kewajiban untuk menafkahiku, berikanlah aku nafkah yang halal saja, jauhi yang haram, bahkan yang masih syubhat. Jangan....jangan tergoda dengan dunia yang fana ini hujan, aku masih sanggup untuk menahan lapar dan dahaga, tapi aku tidak akan sanggup untuk menahan api neraka dikarenakan rezeqi haram yang kau nafkahkan.

Itulah hal mendasar yang harus kau fahami sebelum kau datang untuk meminangku.

Hujan...aku telah banyak mendengar kisah dua orang yang Allah pertemukan dalam ikatan suci dengan dan atas dasar karena-Nya, lalu membangun rumah tangganya dengan komitmen terhadap agama-Nya, berasal dari kalangan manapun, dan mereka hidup bahagia, rumah tangga yang penuh barakah...hal yang paling aku impikan dalam rumah tangga kita kelak.

Hujan...jangan kau risaukan bagaimana nanti untuk bisa membahagiakanku dengan materi, selama ini aku sudah terbiasa hidup dengan penuh perjuangan, dan akan berjuang bersama-sama dengamu jika nanti kau datang.

Hujan...keinginanku sederhana, ku memohon pada Allah...semoga orang yang akan ku panggil hujan itu adalah orang yang; memahami agamanya dengan baik dan mengamalkannya, memahami bahwa visi rumah tangganya adalah ‘Quu anfusakum wa ahliykum naaroo’ sehingga dia berhati-hati terhadap rezeqi yang ia nafkahkan untuk keluarganya, memahami bahwa segala yang dilakukannya didunia ini akan dipertanggungjawabkan sehingga tidak terjebak pada perbuatan yang dilarang-Nya.

Demikian pesan cinta ini aku sampaikan, semoga Allah selalu mengaruniakan hidayah padamu.




Indramayu, 9 April 2016
Yang menantimu;





Evi Apriyani

0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template