Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...
Hai hujan? Gimana kabar imanmu hari ini? Semoga Allah
selalu membimbingmu.
Hujan...kau tau? Aku baru saja memasuki dunia baru yang
menurutku lebih berat untuk ku hadapi daripada dunia kampus dulu. Sekarang,
didunia nyata aku benar-benar dihadapkan pada suatu kenyataan yang menguji
idealismeku. Ternyata didunia pendidikan pun belum tentu ditempatkan ditempat
yang kondusif, sungguh aku ingin merubah keadaan ini, tapi sepertinya tidak
bisa.
Hujan...aku berdoa untukmu, dimanapun engkau berada saat
ini, semoga Allah selalu memberikanmu keimanan, ketakwaan, kecerdasan hati
& fikiran, dikaruniakan hidayah & inayah-Nya.
Hujan...aku
berpesan padamu, disaat nanti kita bertemu, diwaktu yang tepat menurut-Nya, kau
harus memahami hal paling mendasar ini :
Engkau benar2
sudah memahami konsekuensimu sebagai Imamku; bertanggungjawab sebagai penuntun
jalanku untuk semakin taat pada-Nya, kau harus memahami dasar-dasar agama kita,
karena aku ingin bangunan rumah tangga kita memakai bahan dasar keimanan dan
ketakwaan pada-Nya, apapun aktivitas kita, itu cita-citaku.
Untuk
itu, suatu hari nanti jika kau sudah memiliki kewajiban untuk menafkahiku,
berikanlah aku nafkah yang halal saja, jauhi yang haram, bahkan yang masih
syubhat. Jangan....jangan tergoda dengan dunia yang fana ini hujan, aku masih
sanggup untuk menahan lapar dan dahaga, tapi aku tidak akan sanggup untuk
menahan api neraka dikarenakan rezeqi haram yang kau nafkahkan.
Itulah
hal mendasar yang harus kau fahami sebelum kau datang untuk meminangku.
Hujan...aku telah banyak mendengar kisah dua orang yang
Allah pertemukan dalam ikatan suci dengan dan atas dasar karena-Nya, lalu
membangun rumah tangganya dengan komitmen terhadap agama-Nya, berasal dari
kalangan manapun, dan mereka hidup bahagia, rumah tangga yang penuh barakah...hal
yang paling aku impikan dalam rumah tangga kita kelak.
Hujan...jangan kau risaukan bagaimana nanti untuk bisa
membahagiakanku dengan materi, selama ini aku sudah terbiasa hidup dengan penuh
perjuangan, dan akan berjuang bersama-sama dengamu jika nanti kau datang.
Hujan...keinginanku sederhana, ku memohon pada
Allah...semoga orang yang akan ku panggil hujan itu adalah orang yang; memahami
agamanya dengan baik dan mengamalkannya, memahami bahwa visi rumah tangganya adalah
‘Quu anfusakum wa ahliykum naaroo’ sehingga dia berhati-hati terhadap rezeqi
yang ia nafkahkan untuk keluarganya, memahami bahwa segala yang dilakukannya
didunia ini akan dipertanggungjawabkan sehingga tidak terjebak pada perbuatan
yang dilarang-Nya.
Demikian pesan cinta ini aku sampaikan, semoga Allah
selalu mengaruniakan hidayah padamu.
Indramayu, 9 April 2016
Yang menantimu;
Evi Apriyani

0 komentar:
Posting Komentar