Apa yang ada dibenak sahabat ketika mendengar kata Hijrah?? Ah..! mungkin akan dihubungkan dengan peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah, bukan? Hehe
Memang benar, kata “hijrah” awal mula sejarahnya berasal dari peristiwa itu, namun kali ini aku ga akan bahas itu sobat, tapi ini mengenai pengalamanku dalam berhijrah, Berhijrah Dari Kejahiliyahanku.
Karena orang tuaku awam terhadap pengetahuan agama, sejak kecil aku ga pernah dipaksa untuk pake hijab, sampai SMA pun aku ga pernah disuruh pake, paling dipake juga pas sekolah aja, dari bangku SMP sampai SMA, didaerah tempat aku tinggal (Indramayu) memang diwajibkan bagi muslimah untuk memakai kerudung ketika sekolah (bahkan sekarang dari tingkat SD sampe SMA), namun ketika diluar sekolah, atau dirumah, aku tetap pada pakaianku yang biasa, kadang baju lengan pendek, dengan celana panjang, atau kadang rok, tanpa kerudung, dan itu sudah lumrah dilingkungan tempat aku tinggal. Ya begitulah itu terus terjadi, tanpa aku merasa itu sebuah dosa.
Suatu ketika aku diajak ikut kajian, entah apa nama jamaahnya (waktu itu aku masih awam terhadap gerakan-gerakan) aku ikut aja, disana membahas tentang bagaimana berhijab itu merupakan perintah Allah langsung dalam Al-Qur’an, jadi seorang wanita yang sudah baligh wajib menutup auratnya. Ini pertama kalinya aku mendapatkan materi ini, sejujurnya dari kecil aku ngaji aku ga pernah tau kalo berhijab itu memang perintah Allah yang ada dalam Al-Qur’an, ya aku fikir bahwa berhijab itu perintah agama cuma mitos, karena dalam realita kehidupanku dikampung sangat sedikit sekali yang mengamalkannya, minoritas bangetlah muslimah yang istiqomah pake kerudung, itu pun tak jarang dipadupadankan dengan celana, jadi memang dalam pandanganku sekarang mereka mungkin kurang syar’i, meskipun aku sangat menghargai usaha mereka dalam berhijab.
Awal-awal dapet materi berhijab itu aku sempet ga respek, entah mungkin Allah belum memberikan hidayah-Nya, atau memang hatiku yang terlalu keras sehingga tidak dapat menerima kebenaran (atau factor keduanya -_-). Aku masih ragu antara istiqomah berhijab atau berpakaian seperti biasa aja, masih galau, dilemma dan berbagai macam perasaan gundah gulana lainnya yang sejenis. Namun ketika perasaan itu muncul, aku tetap pada pakaianku yang biasa, aku pikir kalo aku berbeda gimana tanggapan orang-orang disekitarku, aku masih malu kalo dianggap asing, lagian semua orang juga pakaiannya sama kok kaya yang aku pake sekarang, yaudahlah ga usah dipikirin!
Karena berbagai kesibukan menjelang UN, dan pendaftaran masuk perguruan tinggi, aku sempet off dari kajian itu, ga ikut lagi udah cukup lama. Namun kadang masih suka ditanyain melalui sms.
Nah..setelah Lulus dari SMA, Alhamdulillah aku diterima dibangku kuliah disalah satu PTN dibandung, sejujurnya, PTN ini memang benar-benar PTN impianku sedari kelas 2 SMA dulu, dan Alhamdulillah Allah memperkenankan do’a dan harapanku, dan ternyata justru disinilah aku temukan hidayah itu, dan langkah awal menuju hijrahku…
Tunggu kelanjutannya di Part II ^_^"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar