Sabtu, 28 September 2013

Sepotong Cerita tentang Hijrah-ku (Part III)

Sampe mana tadi ya aku cerita?? Sampe luupaaaa…… :D
Waktu awal aku semester 3, aku tertarik dengan salah satu UKM keislaman, namanya KALAM UPI, awalnya aku ga “Ngehh” dengan keberadaannya, ga nyangka aja aku tertarik ikut bergabung, awal mulanya gara-gara apa ya? #Hmmm… aku inget inget duluuu bentaar aja#

Jenggg jreeeenggg…………….!


Mungkin dulu karena aku sering diajak diskusi sama anggota Kalam mengenai berbagai isu-isu yang sedang hangat, mulai dari isu politik, ekonomi, pendidikan, dan masih banyak lagi. Namun uniknya, setiap akhir diskusi mereka selalu menyampaikan solusi islam untuk semua permasalahan, wahhhh unik juga aku pikir, soalnya jarang-jarang ada UKM yang berfikir politik islam seperti itu, dan dengan terang-terangan gitu ngomongnya.
#Cerita Hijabnya mana?

Oh iya sampe out of topic gini yaaa… hihi :D

Nah setelah ikut gabung, aku kan lagi semangat-semangatnya ya mengkaji islam, jadi aku ga dengerin apa kata orang, menurut slentingan2 sih banyak yang bilang Kalam itu sesat, padahal ahh engga kok, Kalam ga sesat, sesat dimananya coba?? #Ga ada yang bisa jawab!

Eh tuh kan OOT lagi “-__-

Iya aku banyak belajar di Kalam ini, apalagi tentang hijab, unik memang, di Kalam semua aktivis akhwatnya pake gamis semua, setiap hari, aku pikir ahh itu mah meureun cuman budaya aja, tapi eh tapi selidik punya selidik, semua itu berangkat dari pemahaman mereka tentang Hijab, mereka memaknai Kata Jilbab dalam Q.S Al-Ahzab ayat 59 sebagai baju kurung yang panjang sejenis jubbah (Indonesia dikenal dengan Gamis), bukan pakaian potongan, atau masyarakat indonesia lebih popular mengaitkan kata jilbab ini sebagai kerudung. Sedangkan kata Khimar dalam Q.S An-Nur ayat 31 mereka maknai sebagai Kerudung/penutup kepala sampai dada, aku fikir ini logis, dan dalilnya kuat.

Aku pun mulai mengikuti pendapat ini, yang menyatakan bahwa pakaian wajib bagi Muslimah ketika keluar rumah itu Jilbab dan Khimar, tapi terkadang aku sering bertanya-tanya, mengapa masih banyak yang beranggapan bahwa jilbab = kerudung, atau jilbab itu ga harus gamis, boleh potongan asal sesuai syarat-syarat seperti Tidak Tipis dan Ketat, Longgar, Tidak membentuk lekuk tubuh, dll?

Entahlahhh~

Terlepas dari perbedaan pendapat itu, aku punya hak untuk memilih pakaian mana yang harus aku pakai yang sesuai dengan syariat, dan yang pasti mengharap ridho Allah Subhanahu Wata’ala.

Sekian cerita tentang pencarian Hijabku yang telah ku tulis ini semoga bermanfaat. Apabila ada kebenaran disana tentu datangnya dari Allah, dan apabila ada kesalahan, tentu datangnya dari saya pribadi.

Diselesaikan di Bandung (Kosan Baru )
Pada tanggal 27 September 2013
Pukul 20:58 WIB

0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template