Jumat, 13 September 2013

Sepotong Cerita tentang Hijrah-ku (Part II)

Lanjut ceritaku yang kemaren yaaaa…. Yuuuuuk ah tariik… (emangnya becak? Hihihi )

Aku inget banget waktu selesai registrasi akademik di gedung BAAK UPI, lalu diajak keliling fakultas untuk mengenal organisasi jurusan dan macam-macam UKM, baik yang Rohis maupun non-Rohis, aku senang sekali, teteh-tetehnya bageur pisan, dan aku lihat pakaian mereka yang Rohis agak berbeda denganku, aku memang pakai kerudung, tapi kok mereka panjang-panjang ya kerudungnya, dan pakaiannya itu longgar-longgar, kalem, anggun bangetlah (terbersit dalam hatiku ingin seperti mereka, namun karena keterbatasan yang aku miliki, aku belum memulainya juga sampai waktu yang telah ditentukan, hehe).

Aku inget-inget lupa, lupa-lupa inget gimana awal-mula aku pake kerudung panjang dan pakaian syar’i itu, tapi seingetnya aku sih, aku pernah memperhatikan cara berpakaian salah seorang sahabatku dikelas, dia itu beda sendiri dengan yang lainnya, “dia kok sama sih gaya pakeannya kayak mereka yang di Rohis?” #Celetukku dalam hati# Aku Tanya-tanya ke dia, soal manset yang dia pake, kaos kaki, kerudung panjang, dan lain-lainnya (lupa, hehe :D)

Semester 2 kalo ga salah aku mulai tuh melirik rak pakaianku, aku masih pake jeans waktu perkuliahan semester 1 (emang sih ga ketat, soalnya aku risih banget pake celana jeans ketat dan baju ketat (mungkin ini naluri kemuslimahanku yang kalem, hehe) cuman ah sama aja, ga syar’i kan?) Lalu aku mulai mengumpulkan pakaian muslimah dan rok, Alhamdulillah banyak juga yang respek sama perubahanku, jadi mereka yang respek itu ngasihin aku rok sama baju, Alhamdulillah…. ^_^"
Jadi aja aku seorang “Rok-er” eheheheh

Sejak saat itu aku mulai pakai rok terus (tentunya dengan baju muslimah dan kerudung), tapi memang baju-baju aku belum syar’I sempurna, kerudung juga masih pake kerudung paris yang notabene tipis (murahan sihhh, wkwkwk), tapi ya berproses lah ya perubahan itu, ga mungkin kan aku yang tadinya pake celana jeans langsung “Gedebug” pake cadar… heheheh
Nah karena sahabatku (yang pakaiannya beda sendiri sekelas itu) perhatian sama aku, dia bilang, “Walaupun kamu panjangin kerudungnya, tapi tetep terlihat aurat dan rambut kamu, soalnya kamu pake kerudungnya paris yang tipis, coba deh didouble, pasti ga kelihatan, dan tambah syar’I.” katanya

Nah mulai deh tuh aku coba double2in kerudung paris aku, dan hasilnya Alhamdulillah lebih syar’I :)
Aku bekalin ilmu islam dengan ikut kajian sana-sini, dan ketika mngontrak mata kuliah PAI, kan wajib ikut mentoring seminggu sekali, aku daftar yang BINDER, bukan yang REGULER, jadi memang ilmunya lebih mantap, kajiannya lebih dalam, dan Alhamdulillah dapat banyak pelajaran berharga dari ikut Binder ini ketimbang yang Reguler (mungkin :/)

Aku tambah mantap deh tuh dalam berpakaian (menutup aurat) layaknya seorang anak Rohis, heheh….. Tapi emang sih aku ikut Organisasi Keislaman waktu itu, ikut dijurusan jadi staff departemen kerohanian, di Fakultas ada semacam lembaga dakwah fakultas, Assalam Namanya jadi Staff Syiar. Alhamdulillah aku jadi terjaga keistiqomahan dalam menutup aurat, karena berteman dan dekat dengan orang-orang yang Shalehah, jadi kebawa-bawa juga shalehahnya (Aamiin…mudah-mudahan yaaa :))

Lanjut ke Part III ^_^"

0 komentar:

 

Meninggalkan Jejak Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template